Wisuda yang Tak Pernah Terlupakan, Hendro Yuwono


DiaryMahasiswa | Disini aku akan menceritakan bagaimana perjuangan sahabatku Endro untuk bisa memakai toga yang kedua kalinya. Setelah dulu pernah memakai toga ketika berhasil menyelesaikan D1. Tidak hanya sahabat satu kost, namun lebih dari itu. Sahabat gowes, masak, jalan-jalan hingga ngopi.

Akhir tahun 2013 aku memutuskan untuk pergi merantau ke kota Yogyakarta. Meskipun tak ada satupun saudara di Yogyakarta tapi aku percaya disana akan mendapatkan saudara bahkan keluarga yang sama-sama anak rantau. Belum juga sampai Yogyakarta, aku sudah dikenalkan dengan salah satu teman kuliah guruku di SMA. Selain kerja beliau juga seorang dosen di kampus STMIK El Rahma Yogyakarta.

Meskipun belum kenal, beliau sudah membuatku berhutang budi. Sampai-sampai bolos kerja demi mencarikan kost untuku. Agar ketika sampai di Yogyakarta sudah ada tempat tinggal. Beliau mencarikannya mulai dari harga yang murah Rp. 150.000,- per bulan hingga sampai yang harganya Rp. 250.000,- per bulannya.

Sengaja aku memilih yang murah yakni di kost Reges dengan biaya perbulannya Rp. 150.000,-, betah tidaknya urusan nanti. Sesampainya di kost aku bertemu dengan mahasiswa yang tinggal disitu, dia bernama Hendro Yuwono. Namun aku lebih akrab memanggil Endro.

Sejak tahun 2013 hingga sekarang aku masih setia tinggal di kost reges. Bahkan kamar yang menurutku kurang rapih aku rombak hingga bisa nyaman menurut versiku.
Bukan karena betah saja, teman-teman di kost juga nyaman, aku merasa seperti keluarga. Setiap membutuhkan, mereka selalu ada, begitupun sebaliknya. Pertama kalinya aku mengenal Endro, dia dalam keadaan rambut yang sedikit panjang. Ibuku saja mengenalnya karena gondrongnya itu. Setelah kenalan dan ngobrol-ngobrol, dia sedang menempuh jurusan Teknik Informatika. Waktu itu dia sedang kuliah di semester 8.

Selain kuliah, dia juga bekerja. Berbagai kerjaan sudah digeluti sembari kuliah. Saat itu, dia sedang kerja di warnet, yang jaraknya lumayan jauh dari kost. Setiap hari menggunakan sepeda BMX untuk kerja. Khawatir melihatnya ketika hujan kehujanan dan ketika panas kepanasan. Tapi demi untuk kehidupan sehari-hari dan kuliah dia lakukan.

Di tahun 2013 kebetulan adeknya lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah disalah satu universitas swasta di Yogyakarta. Jaraknya dari kost tidak begitu jauh. Endro sendiri ingin kehidupan adeknya lebih baik darinya, sehingga dia memutuskan sepeda yang biasa digunakan untuk kerja diberikan kepada adeknya.

Dia memilih untuk naik kendaraan umum, yakni busway. Tiap pagi dia harus jalan ke halte busway yang jaraknya lumayan jauh. Terkadang jika sudah siang minta diantar temannya sampai ke halte. Meskipun begitu, dia tetap semangat. Bagaimana caranya harus tetap bisa kerja dan kuliah hingga lulus.

Di warnet sendiri gajihnya memang tidak seberapa. Untuk sekarang teman-temanku yang kerja di warnet bayarannya per jam Rp. 3.000,- Untuk sebulan bisa sahabat hitung berapa dapatnya. Itupun kalau full sebulan. Yang namanya mahasiswa tentu tidak full, karena punya tanggung jawab yang lainnya.

Karena gajih di warnet Endro rasa kurang. Sehingga dia nyambi kerja diberbagai kerjaaan, diantaranya menjadi freelance wedding organizer, menjadi teknisi komputer dan jaringan disalah satu pengadaan kompuer di Yogyakarta, dan yang lainnya. Dibawah ini ada salah satu foto ketika Endro sedang bekerja menjadi freelance wedding organizer yang sengaja aku ambil dari facebooknya. 

pict : https:/fb.com/gondoklongor

Sahabat bisa bayangkan, bagaimana Endro harus pintar membagi waktunya untuk kerja di berbagai tempat dan malamnya harus fokus kuliah. Untungnya kuliahnya sudah tidak full seperti di awal semester. Tapi karena nilai yang dia dapatkan banyak yang tidak memuaskan, sehingga harus diulang. Meskipun sudah mengulang, ada beberapa mata kuliah yang nilainya tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga dia harus mengulangnya kembali.

Ada mata kuliah yang sampai diulang 3 bahkan 5 kali. Terkadang capek dan hampir putus asa dengan kuliahnya. Pernah menceritakan semuanya kepada kakaknya. Endro dikasih nasihat yang bisa membangkitkan semangatnya, yaitu :

"Milikilah sedikit rasa TANGGUNG JAWAB
terhadap apa yang telah kau pilih sebelumnya"

Setelah direnungkan, semangatnya kembali lagi. Dia percaya rencana-Nya pasti yang terbaik. Teman-teman diwarnetnya juga sangat baik padanya, setiap dia minta pertolongan selalu membantunya. Terutama Ale dan Anton, teman kerja sekaligus main bareng.

Karena bosnya tahu kalau dia setiap berangkat ke warnet menggunakan angkutan umum. Sehingga dengan baiknya sang bos, dipinjamilah sepeda untuk digunakan kerja. Endro pun dengan senang hati menerimanya. Dengan adanya sepeda, dia akan lebih hemat ketika berangkat dan pulang kerja. Karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk naik busway.

Ketika diberikan kemudahan oleh bos dengan meminjaminya sepeda, tidak selamanya perjalanan kerja menjadi lancar. Dia mendapatkan musibah. Sepeda bosnya hilang dibawa orang tak bertanggung jawab ketika sedang kerja.

Padahal waktu itu sudah pagi, kurang lebih pukul 04.00. Ketika siangnya, Endro melihat rekaman CCTV, ternyata sepedanya dibawa dengan cara diangkat dan si pencuri tersebut menggunakan topi dan muka tertutup, sehinnga tak terlihat begitu jelas siapa.


Mau marah ? percuma, karena sudah hilang dan si pencuri tidak ketahuan kemana perginya. Disitulah kesabaran Endro diuji. Jika sahabat berada diposisi Endro, tentu akan merasa bingung, takut. Belum lagi ketika ditanya sepedanya kemana ?

Ketika bosnya tahu, Endro tidak dimarahi sama sekali. Karena sudah hilang mau bagaimana lagi. Endro sendiri tidak tinggal diam, dia harus mengganti sepeda yang telah hilang.

Bagaimana pun, sepeda yang bosnya pinjamkan sudah menjadi tanggung jawab Endro. Waktu itu dia sangat bingung dari mana uang untuk mengganti sepeda itu, yang dia tahu sepeda yang hilang harganya diatas 1 juta.

Endro berusaha untuk tetap berfikir positif dan percaya, bahwa Allah pasti punya rencana lain. Dengan terpaksa Endro menjual komputer kesayangan dia satu-satunya. Komputer yang sudah membantu mengerjakan tugas, membantu mencairkan pikiran ketika penat, dengan cara bermain game itu akan berpindah tangan kepada si pembeli.

Kalau saja waktu itu aku ada uang, pasti aku beli, karena komputernya bagus, dengan spek yang tinggi. Tapi sayangnya belum ada uang. Disaat itu juga dia mengiklankannnya melalui jual beli online. Setelah satu minggu, lakulah komputer kesayangnnya. Dan beruntung bagi yang membeli, aku jamin tidak akan menyesal dengan membeli komputer Endro.

* * *

Tak terasa kerja di warnet, menjadi freelance wedding organizer dan menjadi teknisi komputer jaringan sampai tahun 2014. Setelah kejadian itu, Endro dikasih tawaran untuk membantu bosnya kerja, menjadi koordinator panen ayam sekaligus ikut panen ayamnya. Namun kerjaan ini sedari pagi, kurang lebih pukul 02.00 atau 03.00 dan selesai kerja biasanya pukul 09.00. Karena pagi harinya ayamnya harus disetorkan ke pasar.

Menjadi koordinator dia lakukan lebih dari satu tahun. Hingga akhirnya pekerjaan di warnet dan menjadi teknisi dia tinggalkan. Setelah satu tahun lebih dia merasa capek, sehingga kuliah banyak yang tertinggal. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja. Dengan berat hati Endro meminta izin kepada bosnya.

Meskipun sudah berhenti, dia tetap menjadi freelance wedding organizer. Karena tidak setiap hari, dia gunakan waktu lungnya untuk istirahat sembari fokus lagi kuliah. Setelah satu bulan, dia mencari pekerjaan kembali. Kurang lebih bulan Februari 2016 dia diterima kerja di salah satu lesehan ternama di Yogyakarta. Kerjanya pun sif-sifan, terkadang siang, terkadang juga malam.

Sejak pertengahan tahun 2014 sebenarnya Endro sudah mengambil skripsi. Namun ditahun 2015 dia belum diberikan kesempatan lulus kuliah. Putus asa ? Tentu tidak, dia terus memegang apa nasehat dari yang berikan kakaknya. Dengan sabar dia terus menjalankan kuliah sembari bekerja.

Ketika dia kerja di lesehan, terkadang minta diantar aku ataupun teman kost yang lain. Kalau motor salah satu teman kost tidak digunakan Endro meminjamnya. Seringnya aku mengantarkannya dan menjemputnya hingga sampai bulan Ramadhan 2016 ini. Dia mengorbankan malam-malam istimewanya untuk shalat tarawih demi bekerja.

Memang itu resiko kerja, apalagi sehabis adzan Maghrib yang makan di lesehan dimana Endro kerja sangatlah banyak. Selain banyak, para pembeli juga tidak semuanya muslim, jadi selama aku tarawih, katanya pembeli tetap saja ada.

Aku yang antar jemput, terkadang selalu dibawakan es setiap malam ketika Endro pulang kerja. Tidak hanya itu, bahkan ceker ayam, kepala ayam dan lengkap dengan nasinya. Sepulang kerja biasanya pukul 22.00. Sampai dikost, mandi kemudian istirahat. Itulah kerja, yang dapat menguras kegiatan kita sehari-hari, apalagi selama bulan Ramadhan.

Ditengah kesibukan kerjanya, Endro harus tetap mencicil untuk menyusun skripsinya. Ditahun 2016 ini targetnya harus bisa lulus. Karena dia sudah duduk disemester 14. Kalau tidak lulus juga, dia bakalan di DO oleh pihak kampus.

Selain sibuk kerja dan nyusun skripsi, Endro juga biasa menulis di website newswantara.com, dan kemudian ngoding yang bisa membuat dia lupa waktu, sering juga tidak tidur sampai pagi hari.

Tidak hanya itu, Endro juga jago dalam memasak, sering sekali ketika masak di kost dia yang masak lauknya, mulai dari sambal, sayur kacang, balado terong dan masih banyak lagi yang lainnya. Sangat cocok untuk dijadikan calon suami idaman nih :D

Di pertengahan Juni tepat ketika bulan Ramadhan, teman-teman kost sebagian sudah mudik karena libur kuliah. Aku sendiri tanggal 25 Juni baru mudik. Lebih lengkapnya bisa dilihat di diary Ramadhanku diatas.

Di kost tersisa dua orang dengan Endro. Mereka satu hari sebelum lebaran baru mudik. Aku dan teman-teman yang lain libur kuliah cukup lama hingga 3 bulan. Endro sendiri mudik hanya satu Minggu saja. Karena harus segera kembali ke Yogyakarta untuk menyelesaikan skripsinya.

Di bulan Agustus Endro sudah masuk ke tahap pendadaran. Dia sangat bersyukur karena berkat pa Edi Iskandar, ST., M.Cs, skripsinya berhasil selesai. Karena sebelumnya dia mendapatkan pembimbing yang menurut dia belum bisa mengantarkannya lulus.

Diakhir bulan Agustus aku kembali lagi ke Yogyakarta, selama libuan Idul Fitri ada beberapa kegiatan atau liburan yang aku lakukan.

Sesampainya di Yogyakarta, di kost tepatnya. Aku senang mendengar Endro sudah beres semuanya, dibulan Oktober dia resmi  wisudah yang kedua kalinya. Sebelum wisuda Endro menyempatkan bersepda juga denganku, bukan karena memaksakan diri tapi kami memiliki hobi yang sama, yakni bersepeda.

Kami memang sering sekali bersepeda ke tempat-tempat yang asri di Yogyakarta. Mulai dari yang dekat hingga yang jauh sekalipun seperti gunung kidul. Kami seringnya bersepeda ke pantai.

Sebetulnya masih banyak lagi, hanya saja belum kutulis di blogku ini. Di awal bulan Oktober Endro bingung karena sebentar lagi mau wisuda. Dan harus membayar biayanya diatas 1 juta. Karena dia belum bekerja lagi. Kebetulan oleh pihak pemilih lesehan, Endro dipindahkan ke cabang lain di lesehan tersebut. Karena jaraknya lebih jauh, Endro sendiri tidak mengambilnya.

Lesehan yang tutup hanya satu, yaitu lesehan dimana Endro kerja. Dicabang lain tidak, karena lesehannya banyak cabangnya, setahuku lebih dari 20 cabang. Itupun di Yogyakarta saja, tapi dikota lain aku kurang tahu. Untuk membayar uang wisuda banyak teman-temannya yang membantu terlebih dahulu. Begitulah pentingnya punya sahabat diperantauan. Ketika saling membutuhkan, bisa membantu satu sama lain.

Endro sendiri orangnya terlihat santai sekali. Ketika hari dimana dia harus pembekalan wisuda malah tidak hadir karena bangunnya telat setengah jam. Meskipun baru setengah jam, dia sendiri bukannya berbegas untuk mandi dan berangkat ke kampus. Dia memilih untuk santai karena sudah telat.

Saat tiba di hari H, dimana wisuda akan dilaksanakan, tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2016. Dua hari sebelumnya dia merasa bingung, entah mau menghadapi wisuda atau bukan. Pernah juga pergi maen bersamaku dan mas Ale untuk ngopi di tebing breksi.

Dipagi harinya ketika hendak berangkat wisuda, seperti biasa Endro tak pernah melupakan untuk ngopi dipagi hari. Terlihat sedikit berbeda dimatanya, karena pada malam harinya Endro tak tidur. Setelah selesai ngopi dipagi hari, Endro berangkat menjemput Ibunya ditempat kakaknya. Yang jaraknya tidak jauh dari kostnya.

Aku dan teman yang lainnya sudah bersiap-siap untuk menghadiri wisuda Endro. Sekitar pukul 10 aku dan Eko baru bisa berangkat menju UC (University Club) Universitas Gajah Mada. Disana aku bertemu dengan Sulis, Anton dan Ale.

Kami semua menunggu Endro keluar. Ketika acaranya selesai, satu demi satu peserta wisuda keluar. Namun beberapa kali peserta wisuda keluar, itu bukanlah Endro. Dengan sabar kami menunggu dia keluar. 5 menit kemudian barulah dia keluar.

Dengan sedikit bingung, dia melihat kanan, kiri, mungkin saja mencari aku dan teman-teman. Setelah mendekati, kami menyorakinya dengan nada semangat. Endro pun senyum tersipu malu. Dihari yang bahagia itu, Endro bisa merasakannya dengan orang yang paling dia sayang, yakni Ibu.

Yang sedari kecil telah merawatnya hingga saat ini. Sejauh apapun kita berada, Ibu akan tetap mendoakan anaknya. Tak lama kami semua berfoto secara bergantian.


Pertama Endro dan Ibunya yang aku foto. Karena sejak dikost dia meminta untuk aku fotokan bersama ibunya. Bunga yang dipegang Endro, sengaja kami sediakan untuk dia. Meskipun bentuknya kecil dan tidak seberapa. Tapi keikhlasanlah yang lebih besar dari bunga itu. Kemudian Ale dan Anton yang minta untuk berfoto.


Dilanjutkan dengan aku, Mugni, Eko dan Sulis yang bergantian berfoto. Menghadiri acara wisuda seperti ini memang membuatku iri dan ingin segera wisuda. Mudah-mudahan giliranku ditahun depan..aamiin.

Hampir semua fotonya, Endro tersenyum bahagia. Setelah sekian lama, kurang lebih 14 semester akhinrya Endro wisuda juga. Dengan perjalanan yang cukup panjang ini tentu banyak pelajaran dan hikmah yang didapat. Bagaimapun perjalannya tetap harus di syukuri.


Endro bertemu juga dengan Eriska, aku dan Endro kenal dia ketika mendaki bersama ke gunung prau. Ketika wisuda dengan semangatnya Endro meminta untuk difoto bersamanya. Eriska sendiri membawa teman satu pondoknya yakni Nurul. Terlihat begitu bahagianya ketika Endro bisa berfoto dengan mereka.


Setelah itu aku mengantarkan Endro untuk berfoto dengan beberapa dosen yang menurut dia berharga dalam hidupnya. Yakni pa Yuli Praptomo PHS, S.Kom., M.Cs dan bersama pimpinan kampus STMIK El Rahma yakni Bapak Eko Riswanto, ST., M.Cs.

Sebenarnya dia mencari bapak Thoha dan satu lagi pembimbing skripsinya yakni pa Edi Iskandar. Namun karene mereka tidak ada, jadi foto dengan dosen seadanya yang hadir dalam wisudanya.

Hendro Yuwono, S.Kom dan Yuli Praptomo PHS, S.Kom., M.Cs

Hendro Yuwono, S.Kom dan Eko Riswanto, ST., M.Cs


Terakhir Endro menyempatkan berfoto dengan teman-teman yang pernah mendaki bareng. Teman-teman seperjuangan, hanya beda angkatan. Senang sekali melihat hari wisuda Endro. Semoga ilmunya barokah, dan semoga doa serta cita-cita yang Endro inginkan tercapai dan dimudahkan oleh Allah Swt..aamiin..

Sahabat bisa memberikan tanggapan untuk Endro, silahkan tulisakan dalam kolom komentar dibawah ini :)
andi nugraha
Founder @DiaryMahasiswa Mau bikin kaos satuan dengan desain suka-suka? @DiaryKaos bisa. Mau explore Jogja, @DiaryTripID solusinya.

Related Posts

77 comments

  1. Kak, ini wisuda stmik el rahma kemaren, bukan? Yg hari sabtu itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, itu wisuda yang hari Sabtu kemarin, ko Ainayya tahu ?

      Delete
    2. Iya, soalnya Ainayya juga lagi ada di sana waktu itu. Hehe...

      Delete
    3. Oh gitu, emg lagi menghadiri siapa ?
      atau jangan-jangan yang wisudanya ya :D

      Delete
    4. Ahihi, cuma ikut menghadiri aja,

      Bukan yang wisuda, hehe

      Delete
    5. Oh, gitu. Aku kira ikut wisuda juga :)

      Delete
  2. Sebuah perjuangan mungkin terasa berat pada saatnya, tetapi menjadi indah setelah keberhasilan tergapai.
    Selamat dan semoga Jadi sarjana yang mabrur...kapan menyusul?
    Jadi sarjana itu yang paling nikmatnya adalah bisa memuaskan hati orang tua yang memperjuangkan kita sampai jadi sarjana....itu kenikmatan yang tiada tara...loch

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mang Lembu, usaha tidak akan membohongi hasil :)

      In shaa Allah tahun depan mang, aamiin.
      mohon doanya, semoga semuanya dimudahkan :)

      Betul mang, tentu orang tua sangat senang dan bangga ketika melihat anaknya telah selesai kuliah :)

      Delete
  3. Perjuangan Endro memang panjang, gw prcaya pasti smpe puas kuliahnya dan bs mrasakan titik dimana bahagia itu ada, semoga ilmuny bermanfaat, congratulation :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, perjuangannya memang luar biasa, aku sendiri sebagai sahabatnya sangat salut :)

      Delete
  4. selamat buat Hendro Yuwono, S.Kom.. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat..
    lanjut lagi gowesnya bang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. In shaa Allah ya, tunggu aja post gowes berikutnya :)

      Delete
  5. Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung mas Arif, salam kenal :)

      Delete
  6. WISUDA adalah suatu hal yang gak akan pernah gue rasakan sensasi nya itu seperti apa karena gue gak kuliah :-( huft jd baper

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga belum merasakan kang, tapi sbntar lagi in shaa Allah :)

      Sepertinya rasanya senang kang, tapi aku rasa kesenangan yang dicapai setiap orang tidak melulu lewat wisuda, tetap semangat kang Effendi :)

      Delete
  7. Saya merasa benar gimana perjuangan seseorang itu untuk bisa memakai toga. Kenangan pahit manis pasti ada. Selamat deh buat temannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Mirwan pasti sudah merasakan itu ya :)
      sekarang jadi guru ya mas ?

      Delete
  8. Selamat atas wisudanya kakak endro :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba Karina :)
      nanti aku sampaikan untuk melihat komentar ini :D

      Delete
  9. selamat buat Hendro, perjuangan2 mu pasti akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk hidup, suatu saat melihat kebelakang dan mengenang semua perjuangan itu.. tetep semangat, buat yg tahun2 depan mau wisuda lagi, jangan putus aja.. semangat

    ReplyDelete
  10. Yay alhamdulilah

    selamat buat beliau. barakallah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Aul, nanti aku sampaikan salamnya untuk mas Endro :)

      Delete
  11. Waaaak, berliku dan penuh perjuangan, akhirnya kelar juga :D selamat berjuang kembali yak Mas Endro :D hihihi semangat selalu :D kamu keren :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Febri, penuh liku dan perjuangan :)
      tapi usahanya tak membohongi hasil, dan Alhamdulilah sahabatku yang satu ini kelar dan lulus :)

      Delete
  12. Makasih temen-temen untuk ucapan selamatnya & mas andi yang ndak disangka ternyata diam-diam nulisin cerita saia.

    Uh ternyata skripsi 2,5 th terbayar ketika turun dari podium melihat Emak "mberebes mili" bahasa jawanya. Rasanya hati waktu itu gimana gitu, campur aduk.
    Pesan saia untuk yang lagi skripsi selamat Berjoeang, yang belum ambil skripsi cepet dipersiapkan dari sekarang mumpung belum seperti saia, yang belum bisa melanjutkan di perguruan tinggi ndak usah berkecil hati yang penting tetap belajar.

    Salam hangat,
    Endro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena menginspirasi, jadilah aku tulis mas :D

      Wah tinggal aku siap-siap terharu melihat Ibu, ketika turun dari panggung nih :)

      Salam hangat kembali :)

      Delete
  13. Jadi kamu angkatan 2013 ya? Beda umur kita jauh juga ya, haha..

    Salut sama temennya, pekerja keras, mandiri n sadar akan tanggung jawabnya, plus bisa masak lagi. Beneran udah masuk kriteria calon suami idaman ini, wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya angkatan 2013 mba, masih mudah kan.. hihi

      Iya mba bisa masak. Sehari-hari kalau masak di kost, pasti mas Endro yang jadi chefnya.. :)

      Ini pas aku lagi bales pesan ini, dia lagi masak juga, ditemani rintikan hujan.. hehe

      Iya calon suami idaman.. :D

      Delete
  14. Perjuangan Mas Endro sangat luar biasa itu, Mas Andi. Makasih banyak menceritakannya dalam postingan ini. Sungguh menginspirasi kalau menurut saya. Selamat ya, Mas Endro. Semoga semakin sukses ke depannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak, saya juga salut. Kamarinya itu yang sebelah kamar saya lho pa.. hehe
      Nanti saya suruh cek, agar dia baca komentar pak Akhmad :)

      Delete
    2. Waalaikumsalam pak Ahmad, Ameeen..

      Kemarin saya sempet ngincipin wedang jahenya enak ternyata. Pak Ahmad orang jombang ya, saya dari timurnya Kota Jombang pak, salam kenal. :)

      Delete
    3. Ooo yang sebelah kamar. Sipppp, Mas :)

      Delete
  15. Replies
    1. Terimakasih mas Budi, mas Endro juga sedang mantau blogku ini :)

      Delete
  16. Mas, saya juga lulusan El rahma Jakarta loh, tahun 2001. D1 akuntansi. Ternyata eh ternyata, masih 1 almamater, hehehe... Semoga mas Andi tahun depan bisa cepat wisuda yaa... Aaamiiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh mas Hendra lulusan El Rahma juga ya :)
      tapi sudah lama ya mas, 2001 aku baru kelas 1 SD mas.. hehe

      aamiin, terimakasih doanya mas Hendra :)

      Delete
    2. Eh bujug, baru kelas 1?? Masih muda, tapi udah menunjukkan kesuksesannya ya.. Udah punya buku pula, keren...

      Delete
    3. Terimakasih mas Hendra :)

      Iya dulu kelas 1 SD 2001, jauh banget perbedaan umurnya ya mas :)

      Delete
    4. Iya, tapi mas Andi lebih berprestasi, dan perjalanan masih sangat panjang... Sukses terus

      Delete
    5. Aamiin, sukses juga buat mas Hendra :)

      Delete
  17. keren, freelance banyak banget, salut deh bisa wisuda, sukses untuk sahabatnya dan kamu sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, terimakasih mba Sari :)

      iya mba, banyak tapi kerennya bisa membagi-bagi waktunya :)

      Delete
  18. Faigk banget ya perjuangannya mas endro ini. Kerja apa aja disikat demi bisa terus kuliah dan alhamdulillah lulus, gak di-DO. Semoga gelarnya bisa bermanfaat di masa depan. \o/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas Joga, meskipun banyak yang diambil kerjanya, tapi dia bisa tetap membagi-bagi waktunya dengan baik :)

      Delete
  19. Selamat untuk teman yang sudah berhasil diwisuda, semoga untuk kedepannya diberi kemudahan dalam segala hal

    ReplyDelete
  20. memang perih perjalanan Endro itu ya mas, tapi lihat lah akhir dari proses itu :)
    Sukses terus ndro, semoga berguna lagi bagi bangsa dan Negara :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mas, perjuangannya selain perih, penuh liku juga. Tapi sebuah usaha tak membohongi hasil :)

      aamiin, semoga bisa semakin sukses lagi buat Endro kedepannya (y)

      Delete
  21. Waaah terharu sekali pasti mas endro sampe di tulis di blog sepanjang ini...
    Btw itu kosan murah banget ya mas cuma 150 rb, andai di jakarta ada kosan semurah itu.
    Btw selamat ya mas buat temennya... semoga tinggal nikahnya aja yang cepet terlaksana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dulu ko mba waktu aku masuk tahun 2013, sampe sekarang sudah naik, ditahun 2016 ini sudah Rp. 200.000,-

      Btw, kalau di Jakarta sampe berapa mba Laili ?

      Betul mba, tinggal nikahnya aja. Boleh ko mba mendaftar buat kakanda Endro, #Ehh

      Delete
  22. Sangat menginspirasi mas...semoga dapat dijadikan contoh menuju jalan kesuksesan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terimakasih sudah membaca dan meninggalkan jejak :)

      Delete
  23. Wih keren ya perjuangan tiada akhir,... mantap mas quotenya...
    Selamat buat mas enro atas gelar yang disandangnya semoga bermanfaat untuk kehidupan didunia dan akhirat...

    ReplyDelete
  24. Kapan nyusul temennya biar cepet wisuda?? :D

    ReplyDelete
  25. hari ini seharian baca-baca artikel seputar perjuangan skripsi.. (berhubung juga lagi berjuang)...

    dan cerita satu ini luar biasa... jarang-jarang ada yg ttap berjuang smpai berapa kali mengulang, sambil kerja lagi..

    yap setiap perjuangan ada hikmah dan pengalaman yg gak ternilai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Beta, perjuangan mas Endro memang luar biasa :)
      Dan betul juga setiap perjuangan tentu ada hikmah dan pengalaman yang tek pernah ternilai.. Dan itu tak akan bisa dilupakan.

      Bisa diceritakan untuk anak cucunya suatu saat mas :)

      Wah mas Betah Ahyani juga sedang berjuang ya, semoga dimudahkan, dan mendapatkan nilai yang terbaik.. aamiin..

      Delete
  26. Aku jadi ingat jaman sma dan kuliah semasa jadi anak kost :)

    ReplyDelete
  27. Wah selamat. S.Kom, cita-cita saya dulu tapi cuma sampai semester 2, nggak sanggup sama mata kuliah kalkulus dan algoritma pemograman. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang sekali ya mas, tapi apapu itu, terus sukses mas (y)

      Delete
  28. selamat ya atas wisudanya ni Mas ... semoga bisa dimanfaatkan ilmunya

    ReplyDelete
  29. wah mantap mas... benar" anak sholeh berbakti.. semoga mas Endro dicurahi rahmat Allah mas dan kita semua mendapat rahmat agar bahagia kita kekal hingga akhirat aamiin...

    ReplyDelete
  30. Seriusan itu satu bulan cuma 150 ribu? Di Jakarta mah paling murah juga 400. :')

    Duh, kasihan ya sepedanya ilang gitu. Syukurnya bos itu baik. :))

    Woaah, Endro keren banget, sih, kisah hidupnya. Memotivasi! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Yoga, harga 150 ribu itu waktu tahun 2013, sampe saat ini sudah naik dan per bulan jadi 200 ribu...

      Harga 400 itu sudah termasuk listrik kan mas ?

      Iya mas, setiap kejadian pasti ada hikmahnya, dan percaya Allah pasti akan mengganinya dengan yang lebih baik lagi :)

      Betul mas, menginspirasi :)

      Delete
  31. usaha tak akan pernah mengecewakan hasil...
    kisahnya sangat menginspirasi banget...


    ReplyDelete
  32. Saluut dengan perjuangaan mas endro. Tidak pernah menyerah dengan keadaan dan terus maju menggapai apa yg sudah diperjuangkan 😊 btw mas nya rajin banget ngeblog, kereen banget ih 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mba Lucky Caesar :)
      Sorry baru bales nih, aku kebuka post yang ini..hehe

      Terima kasih ya sudah meninggalkan jejak :)
      Sukses juga buat Mba Lucky :)

      Delete
  33. Seneng banget kalo baca artikel dengan genre real life gini, kita sebagai pembaca jadinya bisa dapet pelajaran yang berharga, I have to say: congratulation for Endro's graduation. Selamat udah diwisuda buat ka Endro. Nanti saya nyusul deh. Hehe :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca diary Andi Nugraha kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)

Subscribe Our Newsletter