Ajak Fijo ke Wanadesa & Telaga Desa POTORONO


DiaryMahasiswa | Dear diary, gimana nih kegiatan kalian selama #DiRumahAja ? Tetap produktif kan? Aku sendiri kangen banget sepedahan pagi bareng Fijo. Di diary kali ini aku bakal cerita soal sepedahan pagi, udah lama sih. Tapi gak apa lah. Ikutin andi yuk.

Jum'at pagi itu pemandangannya begitu indah dan cerah, setelah subuhan seperti biasa aku manjaain si Fijo. Bedanya pagi itu aku gak sendirian. Karena beberapa orang dari grup Darojah Gowes Comunity ada yang sama luang waktunya.

Semua orang yang di grup rata-rata pengusaha jadi bisanya dihari Jum'at. Weekend mungkin lebih buat kelurga, bagi yang udah berkeluarga tapi lho ya..ehehe

Oh iya, pagi itu aku ditemani mas Hendri dan Pak Edi. Meskipun bertiga setidaknya suasana gowesku gak sendiri. Dihari itu kali pertama aku bertemu secara langsung dengan pa Edi. Biasanya cuma chat di grup aja.

Sebenarnya teman-teman di grup banyak yang pengen ikut gowes juga. Tapi waktunya belum ada yang cocok, selain itu ada yang jaraknya jauh juga sih. Tapi gak apa yang jelas gowes pagi itu aku sangat senang ada temannya.

Hayo, kapan terakhir kalian gowes?

Sepulang dari masjid aku langsung mandi. Awalnya mas Hendri memintaku untuk jangan mandi. Tapi aku merasa gak nyaman kalau gak mandi, ya walaupun gowesnya bakal berkeringat tapi kalau mandi dulu rasanya badan lebih seger. Cobain deh :)

Pagi itu aku menghampiri mas Hendri di outlet bebek buma 1 tempat dia bermalam. Buma ini sebuah tempat makan yang khas dengan bumbu Madura. Kalau kalian pernah baca #DiaryKuliner disini pasti tahu.

Cukup keringetan juga untuk sampai di tempat mas Hendri menunggu. Kurang lebih aku menghabiskan waktu 15-20 menitan. Kalau lebih santai mungkin bisa aja lebih dari 30 menitan.

Setelah bertemu mas Hendri barulah kami menghampiri pa Edi di Kota Gede. Meskipun lokasi gowesnya udah di share di grup sebelumnya. Tetap aku bingung karena belum pernah kemana.

Pagi itu Pa Edi memandu untuk sampai ke tempat tujuan. Seperti judul diary andi kali ini. Aku diajak gowes ke Wanadesa & Tegala Desa Potorono.

Padahal dulunya sebelum dibangun embung, desa Potorono sering mengalami sumur kering saat musim kemarau. Nah dari situlah ada inisiatif desa Potorono untuk membangun sebuah embung yang berfungsi untuk menampung air hujan.

Selain itu, embung Potorono ini menjadi wadah rekreasi alternatif bagi pembangunan masyarakat sekitarnya lho. Keren kan!

Disaat mengeruk tanah pembuatan embung, munculah mata air yang kemudian mengisi embung dan kini sumur di Desa Potorono tidak mengalami kekeringan lagi. Kalau dari artikel yang pernah aku baca. Embung Potorono dikelola oleh Pokdarwis secara swadaya.

Terdapat juga pengurus harian yang meliputi aspek berisi ketua, sekretaris, bendahara, dan ke beberapa divisi lain seperti keamanan, usaha, sosial, publikasi, dan pemasaran.


Pengelolaan sehari-hari seperti pengelolaan pedagang sekitar dan uang parkir. Kebetulan di tempat ini juga terdapat beberapa kotak parkir yang diletakkan di sekitar embung.

Tarif parkir pun seikhlasnya dan belum ada biaya retribusi masuk ke Embung Potorono. Kurang tau juga sih kalau sekarang. Pagi itu tempatnya terlihat sepi, mungkin karena kami pagi datangnya.

Yang jelas di tempat ini terdapat banyak ikan yang menyambut kami datang. Meskipun sepi tapi tetep senang. Bener-bener suasana gowes yang berbeda. Biasanya lokasi yang paling sering aku datangi sih bagian Jogja kota. Seperti alun-alun, Malioboro, Nol KM Jogja sampai ke Tugu Jogja.


Uang dari pengunjung yang didapat dialokasikan untuk dana kebersihan dan listrik. Pun juga untuk dana pengembangan wisata di Embung Potorono seperti penambahan fasilitas tempat sampah, lampu taman, dan gazebo.

Keren gak tuh, makannya kita kalau berkunjung ke tempat wisata, terlebih seperti yang aku kunjungi ini, baiknya memang jaga kebersihan. Kalau bersih kan kita juga yang senang.


Di tempat ini juga terdapat sebuah kedai yang namanya cukup unik menurutku. Kedai Modal Rabi 77. Unik ya..hehe.. Mungkin memang dengan modal rabi kedai itu tercipta. Tapi pagi itu belum buka sih, mungkin karena kami terlalu pagi juga..ehehe



Terdapat juga perahu yang sederhana nan unik menurutku. Namun pagi itu belum dioprasikan. Mungkin juga masih pagi dan belum banyak pengunjung yang datang.


Pagi itu bener-bener masih pagi, coba deh lihat fotoku yang dibawah ini. Masih sepi banget. Setelah menyimpan sepeda, kami lanjutkan untuk jalan mengelilingi embung Potorono sambil ngobrol dan jalan kaki. Itung-itung dapat plusnya kan, sepedahan dan lari pagi. Eh, jalan-jalan pagi..ehehe..


Melihat banyaknya ikan yang menyambut kami, aku jadi teringat kolam ikan depan rumahku dulu. Sayang saat ini sudah tidak ada karena rusak. Asiknya di tempat ini selain bisa melihat ikan, kita juga bisa ngasih makan ikan lho.

Waktu itu aku ngasih daun apa gitu, dikasih pa Edi. Aku kira si ikan bakalan gak suka, eh ternyata begitu aku lempar potongan dedaunan, banyak berebut.


Di antara kami cuma aku yang berbeda sepedanya. Aku menggunakan fixie. Untung aman ban kecil si fijo melewati jalanan bebatuan. Fixie sendiri memang cocoknya buat dikota sih, jalan aspal. Kalau diajak ke jalanan bebatuan cocoknya sepeda mtb.


Sebelum pulang kami sempatkan foto selfie dulu, gak sadar dari awal datang seneng banget mainan sama ikan dan foto-foto tempat sekitar saja. Foto selfie ini kami pamerkan di grup biar yang bisa ikut sepedahan iri..ehehe..


Setelah dari embung, aku kira bakal terus pulang. Eh ternyata pa Edi mengajak kami ke suatu tempat yang cukup bagus. RTH Potorono namanya. Waktu aku lihat tempat itu bingung juga apa ya singkatan dari RTH..he

Ada yang tau singkatannya apa?

Nah ditempat ini tuh seperti taman gitu, baru aja sampai pa Edi dan mas Hendri minta foto langsung, oke siap. Kami gantian fotonya.




Selalu menyempatkan foto si fijo disaat sendirian. Cocok aja menurutku backgroundnya warna warni, keren ya perpaduan warna tempat dan si fijo..hehe


Di tempat ini juga terdapat sebuah gazebo lho. Bisa kita gunakan untuk istirahat atau bersantai bareng teman dan keluarga. Tempatnya juga bagus terlebih disaat pagi seperti kami mengunjunginya.


Uniknya lagi, di tempat ini terdapat papan tulisan yang mengingatkan pengunjung lho. Baca tuh baca. Asiknya memang kalau yang sudah berkeluarga sih, biar gak berpengaruh sama tulisan di papan ini..hehe


Selain itu, ternyata terdapat sebuah kandang kuda juga di tempat ini. Awalnya aku cari-cari pa Edi kemana, taunya sedang selfie di sama kuda. Kebetulan kuda-kuda disini subur-subur, memang terawat banget sih keliatannya.


Aku coba mendekat untuk foto kudanya, ada yang warna coklat dan juga putih. Melihatnya jadi teringat dulu waktu khatam Al-Qur'an ditempat ngajiku, kebetulan naik kuda gitu, dan tau gak kalian? Kuda yang aku tunggangi bersama adek tiba-tiba loncat-loncat karena perutnya terlalu kencang keiket sabuk.

Kaget juga sih, awalnya tenang banget si kuda jalannya. Lah sampai-sampai si pemilik kudanya aja gak megangin.


Kuda disini sepertinya biasa buat narik dokar. Soalnya terdapat gerobak delman di samping kuda. Kebetulan pagi itu belum keluar alias belum beroprasi. Entah kenapa kalau naik kuda suka kepikiran gak tega gitu. Kasihan ngerasanya..ehehe..



Setelah puas foto dan bermain bareng kuda. Kami lanjut pulang sekaligus cari sarapan soto. Kebetulan pagi itu pa Edi mengajak kami untuk mampir ke rumahnya, dan tau gak sih. Kami tetep makan soto memang bertiga malah sama pa Edi. Dan ternyata itu soto punya pa Edi lho ternyata.

Sini-sini, aku kasih lihat foto sotonya :D



Jangan bilang pengen lho ya..haha

Gak tau soto apa, yang jelas ini rasanya enak. Dan tentu habis satu porsi dong..ehehe..


Setelah makan soto, kami diajak ke belakang untuk melihat tanaman dan hewan peliharaannya pa Edi. Beuh banyak banget lho, ada merpati, burung yang aku gak tau namanya..hehe.. Ada juga tanaman lho. Keren memang, apalagi rajin merawatnya.


Ada kelinci juga, dulu aku sempat punya. Dan katanya daging kelinci itu enak ya? Bener gak sih, aku sendiri belum pernah merasakannya.


Begitu aku foto kedua burung ini, si burung tenang banget, seolah tau kalau mau aku foto. Warnanya bagus ya, cerah gitu. Aku sendiri belum berani kalau untuk memelihara burung seperti itu, bukan kenapa sih. Takutnya gak terawat aja. Kan kasihan!


Demikian keseruan gowes pagiku ke embung potorono. Diary kali ini cukup sampai disini ya. Tunggu diary terbaru andi berikutnya ya.
andi nugraha
Founder @DiaryMahasiswa Mau bikin kaos satuan dengan desain suka-suka? @DiaryKaos bisa. Mau explore Jogja, @DiaryTripID solusinya.
Newest Older

Related Posts

77 comments

  1. Asik banget ini gowes barengnya...
    Foto-foto keadaan disana keren-keren Mas. Bikin ngiler pengen saya kunjungi. Nanti deh kalo ke Yogja, sepedahan kesana. Tunjukin jalannya ya Mas.

    Setelah melihat foto-foto pemandangan, saya berhenti di foto soto. Sepertinya nikmat banget menyantap soto sehabis cape gowes...

    Salam dari Sukabumi, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Alhamdulilah..
      Hehe.. boleh-boleh, Mas. Semoga segera hilang covid 19, biar bisa bebas main kemana-mana..

      Duhhhh..bener, Mas. Udah capek sepedahan terus sarapan sama soto. Enak memang, Mas... hehe

      Salam juga, Mas dari Jogja..

      Sukabumi banyak curugnya ya, Mas?

      Delete
  2. Mantep Andi, gara2 Suami auka bike to work, aku juga pengen gowes tapi belum beli sepedanya tar deh kalo udah wabah berlalu deh beli sepeda hehe tapi sebenarnya aku cukup zumba juga sebagai olahraga. Btw tempatnya asri dan bersih ya... Apalagi sekarang pada di rumah heheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli aja, Teh. Seru tuh gowes bareng suami..he
      Tapi sepedahan seru lho, Teh. Semoga segera hilang covid 19 nya ya, Teh.. aamiin..

      Iya betul teh tempatnya asri terlebih kalau masih pagi..
      Iya sih sekarang mah #DiRumahAja

      Delete
  3. Wah keren tuh fulunya kering skrg terisi air, sakti 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. fulunya itu apa ya?

      Oh mungkin dulunya ya..hehe

      Iya dulunya kering dan sekarang sudah penuh dan manfaat juga..

      Delete
  4. yogya aman mas, nggak nyepi dulu jalan-jalan na . heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, Mas Fajar gak baca detail deh. Padahal sudah aku jelasin kapan gowesnya.. huhu...

      Delete
  5. Ini ceritanya sepedaan lengkap ya Mas. Dapat sehatnya dengan gowes sekaligus wisata dan kuliner. Menyenangkan banget menurut saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh..betul, lengkap lah. Sampai rumah tinggal urus yang lain, mau langsung istirahat juga bisa :D

      Betul dan pengen gowes juga sekarang-sekarang ini. Tapi pengen nunggu suasana aman dulu, biar bisa puas gowes kemana aja..

      Delete
  6. Saya gak bisa sepedahan tapi lihat RTH ini saya jadi pengin belajar sepeda hehehe oh ya kalau sering olah raga di RTH oksigennya melimpah ya dan bikin leluasa banget. Saya kangen aktivitas di luar hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sepedahan, Teh. Seru lho apalagi kalau pagi-pagi sembari menghirup udara sejuk..hehe

      Iya nih, Teh. Andi juga kangen aktivitas diluar. Semoga lekas membaik dan covid segera hilang dari dunia ini ya..

      Delete
  7. Cakep tempatnya, terlihat tenang juga.
    Nyaman banget kayaknya buat nyantai di situ sambil liatin ikan-ikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Apalagi kalau pagi-pagi banget gitu, lebih fresh dan belum banyak pengunjung yang dateng..

      Delete
  8. Asiknya sepedaan terus liat ikan. Saya juga senang ngasi makan ikan. Bikin perasaan adem gitu. RTH itu Ruang Terbuka Hijau deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas asik dan menyenangkan tentunya..
      Nah betul itu, apalagi kalau punya kolam ikan sendiri dirumah, pasti lebih seru dan asik..

      Oh gitu, aku baru tau malah..hehe
      Makasih, Mas jadi tau :D

      Delete
  9. traknya enak bgt buat joging itu, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kalau capek joging tiggaal santai sembari ngasih makan ikan deh..hehe

      Delete
  10. Wah kembali lagi si Fijo, dulu pernah baca blog mas yg ada Fijo nya soalnya. Emang biarpun kita keringetan ngelakuin aktivitas tapi mandi dulu bikin badan jadi enakan..

    Btw, pemandangannya bagus buat foto, si Fijo jadi keliatan lebih keren

    -Ariel W. Saputra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, wah sampe inget nih, Mas Ariel sama si Fijo..haha..

      Betul, Mas. Biar lebih seger dan fresh.. Iya tuh, susasana paginya jadi lebih seger kalau pemandangannya cerah juga..

      Suka gowes juga kah, Mas?

      Delete
  11. Wah kembali lagi si Fijo, dulu pernah baca blog mas yg ada Fijo nya soalnya. Emang biarpun kita keringetan ngelakuin aktivitas tapi mandi dulu bikin badan jadi enakan..

    Btw, pemandangannya bagus buat foto, si Fijo jadi keliatan lebih keren

    -Ariel W. Saputra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, wah sampe inget nih, Mas Ariel sama si Fijo..haha..

      Betul, Mas. Biar lebih seger dan fresh.. Iya tuh, susasana paginya jadi lebih seger kalau pemandangannya cerah juga..

      Suka gowes juga kah, Mas?

      Delete
  12. Duh bang saya jadi kangen soto jogja wkwk lagi di rumah sekarang nih, si fijo makin makin aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah di rumah aja, jangan dulu ke Jogja, Ki. Belum aman iki..he
      Aku juga bakal terancam gak mudik deh kayaknya :D

      Makin makin apa nih? Haha

      Delete
    2. wah belom mudik to?? :v

      semoga aman dah disana,
      yaa makin kece gitu :p

      Delete
  13. Dari awal baca penasaran siapa fijo siapa fijo, pas baca sampe tengah oh ternyata fixie warnya ijoo, yahh okelah.
    Btw saya baru pertama kali mampir disini, masyaallah keren banget blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. kalau pembaca lama diary mahasiswa pasti tau :)

      Sekarang jadi tau kan? Hehe

      Oh gitu, selamat datang ya, salam kenal. Semoga makin betah main disini..

      Delete
  14. Replies
    1. Beberapa kali lihat komentar Asep ini cuma keren kak, nice kak, kadang komen link aktif lagi :(

      Gak tau baca atau gak. Kurang suka aja sih sama komentar gitu...hehe
      Tapi ya udah lah, makasih sep udah main kesini ya..

      Lain kali komentarnya jangan cuma gitu ah, biar enak balas komennya juga. Terlalu singkat banget itu..

      Delete
  15. Embung ituu bendungan yah Kak? Waaah nyentil banget nih pertanyannya hehe aku terakhir gowes lebih dari setahun lalu ada kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, coba deh baca lagi detailnya. Udah aku tulis kok.

      Embung itu digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau).

      Embung juga bisa untuk menampung air hujan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau.

      Delete
  16. Seru euy sepedaaan sore-sore begini, apalagi pemandangannya yang cakeup banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho kok sore, coba deh baca lagi diaryku yang ini dengan detail :)

      Betul memang pemandangannya bagus..

      Delete
  17. Keren banget sih Kak masih rajin sepedaan, saya dah lupa kapan terakhir sepedaan saking lamanya. Hehehe

    Seruu sih sepedaan ada temannya gitu, apalagi bisa mengunjungi tempat-tempat yang bagus kaya Wanadesa & Telaga Desa Potorono itu. Sehat dapat, piknik dapat, silaturahmi juga dapat. Kereeen!

    ReplyDelete
  18. sekarang tidak bisa jalan jalan lagi ya kang semua tempat rekreasi ditutup di tempat saya jadi kangen tempat indahseperti ini

    ReplyDelete
  19. Makanya setuju kalau silaturahmi itu bisa mendatangkan Rahmat dan rezeki. Bukan hanya materi saja, tetapi termasuk ilmu, wawasan, pengalaman dan cerita yg bisa dibagikan ke kita seperti ini. Ditunggu cerita pengalaman linnya ya...

    ReplyDelete
  20. Gowes itu selain asyik juga menyehatkan. Anak2 saya beliin sepeda mulai umur satu tahun. Mulai dr roda empat sampai akhirnya roda dua. Itu sotonya memggiurkan banget. RTH nya juga bersih dan berseri. Silakan lanjut gowesnya.

    ReplyDelete
  21. Udah lama ga gowes ..tp anak2 sm bapaknya msh rajin. Enak banget sepedaan itu apalagi sambil jalan2 mampir sana sini

    ReplyDelete
  22. Aku udah lama ga naik sepeda karena suatu hal olahraganya kudu berenang gaya bebas hehehhe.... Senangnya ya beramai2 gowes..selain menjalin tali silaturahim pastinya menyehatkan badan. Mana pemandangannya biki segar kedua mata kita. Abis itu jajan deh mantul, Ndi 😍😍

    ReplyDelete
  23. Aku gak bisa gowes mas Andi hahaha (asli) tempatnya bersih ya, kudanya juga terawat, btw gak ada nih poto yg lagi naik kudanya? 😁

    ReplyDelete
  24. Aku galfok sama nama kedainya, buahahah, kreatif pisan euy! Btw tempatnya cakep banget. Seger, bersih, rapi. Cocok buat olahraga kayak gini. Sehat buat mata juga buat pernapasan. Itu anakku mesti ribut naik kuda kalau tak ajak ke sana. Paling demen sama yang namanya kuda. Kudanya bagus-bagus lagi, wew. Seru banget jalur gowesnya.

    ReplyDelete
  25. aku udah lama ga gowes secara outdoor nih kak, karena sekarng lagi suka sepedahan statis d rumah hehe. tapi pasti enak sih gowes d Jogja itu, aku belum kesampaian nih, apalagi habis itu mam soto hangat duuuhh nikmat

    ReplyDelete
  26. Wah kalo ditanya kapan terakhir gowes? Hmmhh kalo gak salah pas masih sekolah kali yah antara SD atau SMP haha, selebih nya motoran. Tapi gara2 baca ini jadi kepengen sepedaan lagi sambil hirup udara pagi yang seger :)

    ReplyDelete
  27. Aku suka gowes mas kalo di rumah hehe. Tapi itu pemandanganya indah banget yaah mas, bisa sekalian nongkrong-nongkrong gitu yaah ahahhaaa

    ReplyDelete
  28. ajak-ajak kenapa mas biar aku bisa ikut..
    kapan nih mas andi gowes lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah itu gowes lama e.. Skrg aku #DiRumahAja, gak kemana-mana..

      Kapan kalau udah membaik dan ilang covidnya gowes lagi 😁

      Delete
    2. oh iya ya... aku gak fokus bacanya..haha
      oke mas, semoga cepet ilang juga corona biar bisa lebaran di rumah...

      biasanya kalau sepedahan suka kemana ja mas?

      Delete
    3. Makannya dibaca semua, biar tau ya. Jangan di skip skip.. Haha

      Aamiin..

      Kemana-mana sih.. Haha..
      Kalau gowes pagi sih paling muter-muter ke kota Jogja aja, malioboro, alun-alun sama tugu gitu, sesuai yang aku jelaskan diatas..

      Kalau sorean biasanya sering ke perpus Gthatama Pustaka..ehehe..

      Emang kalau gowes pengemmya kemana dik?

      Delete
    4. hehe.. iya tadi kelewat mas andi :D

      asik ya kalau pagi bisa gowes gitu, biasanya banyakan atau sendirian mas? asik tuh diperpus itu,, aku belum pernah tapi penasaran pengen kesana..haa

      aku sih pengen gowes ke pantai gitu sih mas..he

      Delete
    5. Haha...fokus dong fokus 😅

      Kalau gowes misal jauh ya biasanya ada temennya.. Kalau pagi-pagi kadang ada juga, tapi kalau gak ada ya tetep gowes aja sih sendirian..

      Gak perlu lama atau jauh yang penting badan gerak dan bisa olahraga.. He

      Kalau males paling gowes ke alun-alun, simpen sepedanya terus lari pagi. Kalau gak ya jalan-jalan aja yang penting badan gerak aja. Gitu sih.. Ehehe..

      Sering aku gowes ke pantai juga. Apalagi ke pantai Parangtritis udah berapa kali ya.. Ehehe..

      Enaknya sorean sih gowesnya sekalian bisa ngabuburit 😁

      Kuy gowes bareng kuy ke pantai.. He

      Delete
    6. hahaha..udah malam mas ngantuk aku tuh..kalau deket kota enak sih gowes sendirian pun.. asik ya jadi mas andi olahraga gitu sering kalau gak sepedahan bisa lari pagi gitu.. aku udah jarang banget sih sepedahan apalagi lari..

      nanti deh mas kapan2 kalau udah gak ada covid..
      semoga ramadhan ini covid hilang..amin

      Delete
    7. Jangan paksain untuk baca atau balas komen kalau ngantuk ya..haha

      Gak deket kota juga asik kok, asal ada kemauan untuk gowes..haha
      Kalau lari pagi biasanya aku jadikan selingan dari sepedahan, dulu sih aktif sepedahan sehari, besoknya lari pagi, gitu terus..

      Siap, semoga segera hilang dari dunia ini ya covidnya, biar bisa aktivitas seperti biasa. Dan di Ramadhan nanti bisa seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya..

      Delete
  29. Wah, asyik banget. Sepedaan sambil wisata dan kulineran. Btw aku gagal fokus sama bebek buma nya...jadi penasaran. Rasa bebek bumbu madura seperti apa ga...

    ReplyDelete
  30. lumayan telaganya dan keren lingkungannya…

    Thank you for sharing beautiful photos

    ReplyDelete
  31. Aku ketemu fijo lagi disini 🚲 ...
    Rasanya udah lama deh aku ngga mantengin si fijo ini, jugaaaak .. dulu aku pernah salah ngira kalo nama fijo itu adalah nama adiknya mas Andiii .. , hhahahaa 😅

    Ealaah kreatif tenan kuy warga desa Potorono nggawe danau gitu, yo ..
    Bisa buat resapan air, nampung air hujan juga bisa buat rekreasi.
    Salut wis 👌👍

    ReplyDelete
  32. Aku udah lama sepertinya ngga gowes, rasanya malas saja kalo mau naik sepeda, keenakan naik motor.😂

    Wah, ikannya banyak sekali ya mas Andi, itu boleh dipancing tidak ya, apa cuma khusus buat hiasan aja disitu?

    Habis gowes lalu makan-makan memang enak, perut yang lapar jadi terisi. Badan capek juga rasanya ilang.😊

    ReplyDelete
  33. Wah indah sekali ya.. dari namanya POTORONO saja saya bisa simpulkan kalau tempat ini didesain untuk tempat untuk berfoto... Hahahaa..

    ReplyDelete
  34. Udah tahunan tuh saya ga gowes, terakhir di Pangandaran, ngerental lagi. Ntar nabung dulu buat beli sepeda.
    Sotonya enak banget, buat saya sepertinya ga cukup deh, mangkoknya kecil sih!

    ReplyDelete
  35. mantap juga jalan2 ke sana, tapi stay in home saat corona ni hehehe

    ReplyDelete
  36. Asyik banget pastinya ya mas..
    Bersepeda biar ndak kerasa cape emang perku patner.. Muter muter berjam jam juga gak kerasa capeknya..

    Pengen banget muter muter naik sepeda.. Moga suatu saat bisa kebeli sepeda gunung impiannya

    ReplyDelete
  37. Asyiik banget ya.. Gowes trus bisa mancing terus makan soto...

    ReplyDelete
  38. Seru banget RTH ini. Aktivitasnya lengkap dari olahraga, nongkrong, makan, sampai lihat hewan-hewan yang lucu

    ReplyDelete
  39. Sudah lama enggak singgah ke sini...
    Seperti biasa Mas Andi detik ceritanya dan keren-keren fotonya. Dan saya suka ini bersih banget ya tempatnya pas kalau gowes sampai sini pasti ilang capeknya, pikiran seger lagi jadinya

    ReplyDelete
  40. Embung Potorono ini ternyata fasilitasnya sudah bagus dan rapi pula. Dulu, sempat salah menyebut embung dan waduk. Alhamdulillah sekarang sudah paham dengan jelas perbedaan antara embung dan waduk

    ReplyDelete
  41. Lengkap juga nih, jadi apa yang mau dicari tetap ada

    ReplyDelete
  42. ini liburan paling lengkap sepertinya mas. seru ada semua wisata, alam, hewan, makan hehe

    ReplyDelete
  43. Bagus yah, meski di pedesaan tapi udah ditata dengan warna2 yg IG-able. Goews sekaligus wisata ya mas Andi

    ReplyDelete
  44. Saya suka melihat suatu tempat yang dikelola secara tepat udah gitu semua ikut berpartisipasi. Embungnya keliatan adem dan asyik untuk santai dan berwisata santai nuansa sekitar juga terlihat cukup asri

    ReplyDelete
  45. Mas Andi maaf kalau mungkin komentarnya tidak nyambung, mau nanya mas Andi ini atlet sepeda, hobby bersepeda, atau penjual sepeda, soalnya sejauh yang saya baca dan amati dalam tulisan - tulisan mas Andi selalu ada kata sepedanya hehhee, kepo bangat ya mas, maaf hehehe....

    Dari blog saya yang dulu kita sudah berteman dan saya sering kemari mas, cuma sekarang ganti blog jadi baru berjumpa kembali hehe,

    oh ya, foto - fotonya keren bangat... salam kenal buat fotografernya, karyanya berkualitas...

    ReplyDelete
  46. Suasanya sejuk sekali. Bikin adem. Kudanya juga bikin naksir, sayang saya gak bisa naik kuda. Pernah mencoba sekali, tapi trauma karena waktu itu sempat salah tarik akhirnya kudanya bukan belok malah lurus dan semakin kencang berlari, hehehe.

    ReplyDelete
  47. POTORONO

    Sesuai Nana
    Photo Sana
    Indah untuk siapa pun jua

    ReplyDelete
  48. sha selalu takjub tiap kali andi nulis, bisa seanjang iniii. Kalau sha dah mbulet bingung mu nulis apa lagi :PP

    skrg mah ga gowes atuh yaa, kan dirumahajaa

    ReplyDelete
  49. Pemandangannya teduh bener ya mas.

    Dan.. sotonyaaaaa bikin ngiler atuh :v.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaak ...
      Sotonya bikin laper bawaannya 😆

      Delete
  50. Waaah, boleh juga ini, Mas Andi, asyik, semoga kapan-kapan saya bisa ke situ, hehe...
    Ohya, Mas, kapan waktu kalau wabah berakhir ke embung tambakboyo, belakang stadion maguwoharjo, Mas, asyik, ada kudanya segala.

    ReplyDelete
  51. Jangan, jangan makan daging kelinci.. kasian soalnya.. imut2 gtu di sembelih.. dlu pernah kecelakaan makan daging yg aku pikir itu ayam, tapi kok bentuk kakinya aneh. Ada yg nyiku gtu... hahah

    "Terus Aku tanya ini daging apaan, om??" Om ku yg di jawa..

    Terus istrinya jawab "semur daging kelinci, enak yah??" Sambil senyum2 gtu..

    Sekilas aku kaget donk. Dan ngerasa kasian karena itu daging kelinci peliharaannya yg kemarin2 sering tak kejar2. Emnk kelinci mereka banyak banget sampe nganak pinak..

    Tapi dlu baru denger orang makan daging kelinci makanya kaget, tak sangka malah haram dlu itu..

    Tpi ternyata nggk papa, asalkan penyembelihannya sesuai syariat.. tapi tetep aja sejak kejadian itu. Nggk pernah mau makan daging kelinci.. soalnya ngebayangin mukanya yg lucu.

    ReplyDelete
  52. seperti angkringan atau taman kota kah, nikmat sekali berolaraga disana ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca diary Andi Nugraha kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)

Subscribe Our Newsletter